Cari
Cari
  • Cafe
  • Hotel
  • Laptop
  • Loker
  • Mobil Dijual
  • Motor Dijual
  • Pariwisata
  • Restoran
  • Smartphone
Lokasi

KAMPUNG PELANGI SEMARANG

 

Be the first to review

 

Kampung Pelangi di Semarang sepertinya mengikuti kisah sukses Kampung Jodipan di Malang. Dengan strategi serupa, kampung yang dulu bernama Kampung Wonosari ini dengan cepat mendapat perhatian internasional. Sekali lagi, berkat jejaring sosial Instagram, desa ini akhirnya sukses besar. Bahkan sepertinya kini layak menjadi salah satu tempat wisata Instagram Semarang.

 

Sementara Jodipan telah menarik banyak perhatian dari masyarakat Indonesia, Kampung Pelangi di Semarang telah menarik perhatian beberapa media internasional. Media besar seperti Buzzfeed dan beberapa media dari negara tetangga bahkan sempat memberitakan keberadaan desa ini. Tapi bagaimana desa ini menjadi begitu populer dan terkenal? Pada awalnya, tempat ini mungkin tidak pernah terlihat oleh mata dunia. Pasalnya, Kampung Wonosari hanyalah kawasan kumuh masyarakat Semarang. Lokasi ini tepat di tepi Sungai Semarang dan memiliki sekitar 300 rumah. Rupanya, seperti kebanyakan daerah kumuh lainnya di Indonesia, desa ini sangat tidak teratur. Berantakan, banyak ilalang dan berantakan, dinding berantakan. Namun semua itu berubah sejak dilaksanakannya Proyek Peningkatan Pasar Bunga Kalisari. Karena itulah desa Wonosari menjadi salah satu tempat wisata Semarang.

Awalnya, proyek tersebut menelan biaya sekitar Rp 9,6 miliar untuk mengubah pasar bunga menjadi destinasi wisata baru di Semarang. Namun apa yang dia katakan, setelah perbaikan pasar bunga Kalisari selesai, desa di belakangnya ternyata kumuh. Tentu bukan itu yang menopang sebuah destinasi wisata bukan? Dari situ, muncul ide untuk mengubah desa Wonosari yang dulunya kumuh menjadi desa pelangi dengan warna-warna indah tersebut. Meski baru saja membuka kampung warna-warni pertama di Indonesia, Kampung Pelangi Semarang benar-benar menarik perhatian dunia. Karena desa ini banyak diliput oleh media internasional seperti The Independent dan The Mirror.

Ide ini digagas oleh direktur SMP Slamet Widodo, 54 tahun. Proyek lukisan warna-warni Kampung Wonosari ini juga terinspirasi oleh setidaknya 3 kota lain di Indonesia. Hingga saat ini, tak kurang dari 232 rumah di Kampung Pelangi telah menjadi karya seni. Mural-mural kreatif menghiasi dinding-dinding gang kecil yang mengaliri kehidupan, menghidupkan seluruh desa yang semula hanya perkampungan kumuh.

 Karena desa ini telah berubah menjadi pelangi warna-warni, banyak turis lokal yang akhirnya pergi ke sana. Sebagian besar dari mereka mengetahui keberadaan Kampung Pelangi Semarang di jejaring sosial Instagram. Kamu bisa mencarinya dengan hashtag #kampungpelangi di Instagram. Biasanya mereka datang pagi atau sore hari untuk berfoto atau sekedar selfie. Memang, pagi dan sore adalah waktu yang paling ideal untuk hunting foto. Jadi pagi dan sore hari adalah waktu yang paling ideal untuk mengunjungi desa pelangi ini.

Bisa jadi setelah ini akan banyak bermunculan kampung pelangi lain di Indonesia dengan kesuksesan dari Jampung Jodipan yang ada di Malang dan Kampung Wonosari di Semarang ini. Atau cara ini juga menjadi sebuah cara yang efektif untuk memajukan perekonomian masyarakat yang sebelumnya hanyalah sebuah perkampungan kumuh.

Beberapa warga juga mengatakan bahwa karena desa mereka sekarang ramai, mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari berjualan. Dari yang sebelumnya tidak berjualan, kini mulai berjualan dan mendapat untung. Bahkan seorang warga mengatakan jika ramai, ia bisa mendapatkan penghasilan ratusan ribu sehari. Sejauh ini ada sekitar 200 rumah yang dihiasi lukisan warna-warni di Kampung Pelangi. Dari total sekitar 300 rumah, masih ada sekitar 100 rumah yang belum selesai dicat. Memang, proyek pengecatan di Kampung Pelangi belum juga selesai. Rencananya akan berlanjut ke fase dua setelah itu.